BERSAKSI DALAM KATA DAN PERBUATAN

Jumat, 09 Oktober 2020

1 Yohanes 1 : 1 – 4

Perkataannya tidak benar, karena menurut kesaksian orang-orang yang berada di lokasi kejadian, dia mengalami kecelakaan tunggal, bukan dikeroyok! ” Demikianlah potongan isi berita salah satu media online tentang kesaksian palsu seorang oknum aparat keamanan yang mengakibatkan terjadinya penyerangan salah sasaran dari sekelompok orang, ke salah satu kantor Polisi di Jakarta. Dari hasil penyelidikan melalui kamera CCTV, diketahui kejadian sebenarnya, di mana sang korban ternyata jatuh dari motor akibat terpengaruh minuman keras. Karena takut dan malu diketahui atasannya, maka dibuatlah cerita bohong yang menyebabkan rekan-rekan korban yang terprovokasi akhirnya menunjukkan rasa “solidaritas” dengan cara merusak fasilitas umum, sehingga muncul lagi korban baru yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Saudaraku, akan sangat berbahaya bila kita terpengaruh oleh cerita yang belum tentu benar. Perkataan yang benar adalah perkataan yang sesuai dengan fakta. Kesaksian Rasul Yohanes tentang Yesus Kristus, didasarkan atas pengalamannya yang nyata sebagai orang yang pernah bertemu dan mengalami penyertaan, pengajaran serta perintah Yesus secara langsung. Kesaksiannya bertujuan agar banyak orang menjadi percaya dan memilih untuk ada dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama orang percaya. Kita telah menjadi gereja yang bertumbuh karena kebenaran kesaksian Injil yang diberitakan oleh para saksi-Nya. Kita pun kini harus mampu bersaksi tentang Kristus dengan tuntunan kuasa Roh Kudus, sehingga tiap kata dan tindakan kita adalah cerminan dari wajah Kristus sendiri. Rasakanlah kehadiran Tuhan dalam hidupmu, dan jadilah Saksi-Nya dalam kata dan perbuatan di setiap aktifitas dan situasi yang dialami dan yakinlah bahwa persekutuan dengan Tuhan pasti berbuah baik, indah dan penuh kuasa.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi saksi Kristus, dalam kata dan perbuatan, Amin.

Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan Oktober 2020