Kamis, 08 Oktober 2020
Efesus 5 : 15 – 21
Paulus menasihati jemaat di Efesus supaya mereka dapat memiliki kehidupan seperti orang arif bijaksana dan bukan seperti orang bebal. Orang arif bijaksana yang dimaksudkan Paulus adalah orang yang dapat menggunakan setiap kesempatan dan waktu yang Tuhan berikan dengan sebaikbaiknya untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup mereka. Jadi orang arif bijaksana tahu dan mengerti apa yang Tuhan kehendaki di dalam hidupnya. Ia hidup tidak menuruti hawa nafsunya sendiri dan selalu mau membangun persekutuan bersama orang lain untuk bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan. Diatas semuanya itu, ucapan syukur selalu menjadi gaya hidupnya dalam berbagai situasi. Itulah yang membuat hidupnya tidak merasa sia-sia dan kosong. Menghadapi berbagai situasi krisis seperti sekarang ini, kita perlu menjadi orang arif dan bijaksana, menjadi keluarga kristen yang arif dalam bersekutu. Hal itu akan tercermin dalam perkataan yang diucapkan dan perbuatan yang dilakukan. Sebab itu berkata-katalah dengan baik dan lembut jangan kata-kata yang menjatuhkan atau melemahkan, yang menipu dan menyesatkan. Berusahalah untuk berkata-kata dengan baik dan benar, sehingga orang yang mendengarnya merasa terbangun dan dikuatkan. Kendalikanlah hawa nafsu agar terhindar dari melakukan perbuatan yang tercela, yang tidak dikehendaki oleh Tuhan dan merugikan orang lain. Itulah yang dapat kita lakukan dalam mengisi waktu dan kesempatan hidup yang masih dianugerahkan Tuhan ini. Jadi marilah kita merenungkan, bagaimana hidup kita selama ini, apakah kita masih berlaku arif dan bijaksana dalam kehidupan dan dalam bersekutu dengan sesama? Mintalah Tuhan memampukan kita tetap arif dan berhikmat dalam bersekutu.
Doa: Mampukanlah kami untuk selalu arif dan berhikmat dalam bersekutu dengan tuntunan Roh KudusMu, Amin.
Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan Oktober 2020