HIDUP YANG DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS

Senin, 01 Juni 2020

Galatia 5 : 16 – 26

Dalam diri manusia ada dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu: Roh Kudus/Roh Allah dan roh kedagingan/manusia. Pekerjaan Roh Kudus selalu menghasilkan perbuatan baik, yang berkenan kepada Allah (22-23.a), orientasi dari pekerjaan Roh Kudus adalah membangun relasi kehidupan yang berdamai sejahtera antara manusia dengan Allah, maupun dengan sesama ciptaan lain. Sedangkan perkerjaan roh kedagingan, selalu menghasilkan perbuatan-perbuatan yang jahat (19-21). Orientasi perbuatan kedagingan adalah untuk memenuhi keinginan hati manusia dan lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri. Menghadapi kenyataan hidup manusia yang demikian, maka Rasul Paulus mengingatkan orang-orang percaya di Galatia untuk mengindarkan diri dari roh kedagingan. Sebab pengaruh roh kedagingan akan membuat relasi hidup antara manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan ciptaan lain akan menjadi rusak. Tetapi bila setiap orang percaya memberi diri dituntun oleh Roh Kudus Allah, maka ia akan mampu membangun relasi yang baik dengan Allah, sesama manusia dan ciptaan lain, yaitu relasi yang mendatangkan kehidupan dan bukan kematian. Nasihat Rasul Paulus ini juga mengingatkan kita di tengah berbagai godaan dunia dan ancaman wabah virus corona, agar setiap orang memberi diri dituntun oleh kuasa Roh Kudus, agar menjadi arif dan bijaksana dalam membangun relasi dengan Tuhan dan sesama serta alam ini. Wujudkan itu dengan menjadikan Keluarga sebagai Rumah Doa, dimana disana semua anggota keluarga berkumpul, berdoa, dan beribadah kepada Tuhan. Patuhilah berbagai aturan kesehatan, menjadikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai gaya hidup sehari – hari, menjaga kebersihan lingkungan dan tetap membangun soilidaritas dengan sesama yang menderita.

Doa: Ya Tuhan tuntunlah kami untuk membangun relasi yang saling menghidupkan. Amin.

Sumber : SHK Sinode GPM