KETAATAN MENDATANGKAN PEMULIHAN ALLAH

Jumat, 03 Juli 2020

2 Samuel 24 : 18 – 25

Berawal dari ketidaktaatan Daud yang meragukan kemampuan dan penyertaan Tuhan Allah, ketika ia menghitung kekuatan tentaranya, seakan-akan Daud mengabaikan kemahakuasaan Tuhan Allah. Maka Tuhan Allah menegur Daud dengan mendatangkan tulah penyakit sampar diantara orang Israel, yang menyebabkan kematian banyak orang. Ketika Gad diutus untuk memperingati Daud, agar bertobat dan berbalik dari kesalahannya, maka Daud menyesal dan malu, ia sadar akan segala perbuatannya yang telah mengecewakan Tuhan Allah. Daud mendengarkan suara Tuhan melalui Gad nabi-Nya, yang menyuruh Daud untuk mendirikan mezbah bagi Tuhan Allah. Daud taat dan mengikuti perintah Tuhan, dan dia mendirikan mezbah bagi Tuhan Allah serta mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan sebagai pujian dan penyembahan bagi Allah dan memohon pengampunan dan pemulihan bagi umatnya. Hal itu adalah bukti dari suatu ketaatan yang menghasilkan pertobatan, pemulihan dan pembaruan hidup. Melihat ketaatan Daud, Allah mengabulkan doanya dan menghentikan tulah itu serta memulihkan keadaan Israel. Ketaatan adalah hal penting dalam kehidupan orang percaya, taat melaksanakan tugas dan tanggungjawab, taat berdoa dan beribadah, taat untuk berpegang pada iman dan pengharapan kepada Allah dalam Yesus Kristus. Ketika terjadi pandemic covid-19 yang juga mewabah sampai di Maluku dan Maluku Utara, bahkan mengancam kehidupan umat Tuhan, maka yang diharapkan adalah ketaatan. Lewat pandemic ini, kita belajar menjadi taat, masyarakat diharapkan mentaati semua peraturan pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus, tetapi juga pemerintah dan semua pihak yang adalah pelayan masyarakat akan mentaati tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar. Hanya dengan ketaatan, Tuhan Allah akan memulihkan kehidupan kita.

Doa: Tuhan, ajarilah kami menjadi taat, Amin.

Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan Juli 2020