ALLAH MELIHAT HATI MANUSIA

Rabu, 26 Agustus 2020

Yosua 2 : 15 – 24

Kalau kita perhatikan di pasal 2 dari kitab Yosua ini, yang menjadi tokoh utamanya adalah Rahab dan kedua pengintai suruhan Yosua. Siapa Rahab? Alkitab menulis bahwa ia adalah seorang perempuan sundal, yang rumahnya terletak di atas tembok kota, sehingga sangat strategis sebagai tempat penginapan para pengembara. Predikat, sebutan atau label yang diberikan kepada Rahab sesungguhnya tidak adil, sebab sebagai perempuan ia menjadi korban dari perbuatan laki-laki. Tetapi itulah yang terjadi, di mata orang, Rahab dipandang rendah, hina dan menjijikkan. Orang mengklasifikasikan Rahab sebagai „sampah‟ masyarakat. Zaman sekarang apabila kita melihat perempuan seperti Rahab, apa yang ada dibenak kita? Pada umumnya pandangan kita sama seperti pandangan orang-orang pada masa itu, tanpa sadar kita juga mengorbankannya, menjauhinya, mengucilkannya atau bahkan alergi dengan perempuan seperti itu. Tetapi di dalam bacaan kita, ditampilkan sisi lain seorang Rahab, yang justru dipakai Allah untuk menolong kedua pengintai suruhan Yosua, ketika sedang menghadapi ancaman dari pengejarpengejar utusan raja Yerikho. Rahab dipakai Allah untuk menjadi saluran berkat bagi Yosua dan para pengintainya sekaligus menjadi berkat untuk bangsa Israel. Keluarga yang terkasih bacaan hari ini mengajarkan kita bahwa kita juga harus menghargai sesama manusia, karena kita semua adalah sama dan setara dalam pandangan Allah yang dipakai untuk merawat kehidupan untuk mendatangkan kebaikan dan damai sejahtera. Allah melihat hati seorang Rahab, walaupun dalam pandangan manusia adalah “sampah masyarakat”, tapi dihadapan Allah ia adalah ciptaan yang mulia. Sama seperti kita, yang adalah ciptaan-Nya yang mulia.

Doa:Ya Tuhan, ajarlah kami untuk saling menghargai satu sama lain. Amin.

Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan Agustus 2020