Senin, 15 Juni 2020
Zakharia 11 : 1 – 3
Bumi, tempat kita huni adalah “rumah bersama” dimana didalamnya kita sebagai ciptaan Tuhan, baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan termasuk pohon-pohonan, membutuhkan kehidupan. Seandainya ada pohon-pohon yang tumbang dan tidak diganti dengan tanaman yang baru, maka tanah dan mata air akan terganggu yang berakibat pada kehidupan manusia, sebab dapat saja terjadi kerusakan tanah, longsor dan penurunan debit air. Apalagi jika hutan dibakar, tanah dan batuan alam diambil dengan serakah untuk kepentingan diri, maka yang menikmati dampaknya adalah manusia. Kondisi seperti itu yang digambarkan dalam nubuat Zakharia kepada bangsabangas sekitar Israel, yang menunjukan bahwa akan ada kerugian-kerugian yang dialami oleh musuh-musuh Israel, ketika pohon-pohon seindah pohon aras Libanon akan tumbang dan rusak, tidak ada padang rumput dan hutan bagi domba-domba dan kawanan singa. Gambaran ini mengingatkan kita bahwa Allah berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya, Allah melindungi setiap orang percaya yang berharap kepada-Nya, dan Allah memberi tanggungjawab kepada kita manusia untuk mengasihi semua ciptaan-Nya, termasuk tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan, hewan, air, tanah dan seluruh alam semesta. Jika salah satu dari ciptaan Allah itu terganggu hidupnya, maka manusia jualah yang menanggung kerugiannya. Oleh sebab itu panggilan kita sebagai orang percaya adalah mengasihi, menjaga, merawat dan melestarikan semua ciptaan, agar memberi kehidupan bagi kita sendiri. Di masa pandemi virus corona, ketika orang mengalami situasi yang sulit, kita menjadi sadar bahwa kita sebagai sesama ciptaan Tuhan saling membutuhkan. Menciptakan pola hidup bersih dan sehat, merawat dan memanfaatkan lahan kosong, halaman rumah dengan berbagai tanaman pangan, sayur, obatobatan. Ternyata bumi ini juga membutuhkan solidaritas kita.
Doa : Tuhan, tolong kami untuk merawat alam ciptaan-Mu. Amin
Sumber : SHK Sinode GPM