You are currently viewing MENYAMBUT TUHAN DENGAN BERKATA BENAR

MENYAMBUT TUHAN DENGAN BERKATA BENAR

Senin, 30 November 2020

Kisah 24 : 10 – 21

Tertulus adalah seorang pengacara yang tentu saja berpendidikan sangat tinggi. Akan tetapi, dia menggunakan kepandaiannya itu untuk memutarbalikkan kebenaran. Dia tampil ke depan bukan untuk membela yang benar, tetapi membela orang yang membayarnya walaupun ada dalam ketidakbenaran. Paulus adalah seorang tahanan yang penuh dengan keterbatasan dan pembatasan. Walaupun demikian, jelas sekali bahwa kemampuannya berbicara tidak kalah dari Tertulus, tetapi bedanya adalah dia hanya berbicara untuk memberitakan kebenaran walaupun tidak dibayar. Paulus ada dalam penahanan dan Feliks yang pada waktu itu menjadi wali negeri berkali-kali memanggil Paulus untuk bercakap-cakap dengannya. Feliks tertarik dengan apa yang Paulus sampaikan tetapi ketika Paulus mulai berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman maka Feliks menolak untuk mendengar hal tersebut. Keluarga terkasih sampai sejauh mana kita mau menyatakan kebenaran dalam hidup? Apakah kita sudah siap Menanti kedatangan Tuhan dengan sikap hati yang benar? Atau kita masih terbelenggu oleh ketakutan dan kekuatiran untuk menyatakan yang benar? Marilah kita menyatakan iman dengan hati yang murni dan tulus menyatakan apa yang benar dan salah sehingga hidup kita tetap dalam kekudusan dalam menanti kedatangan Tuhan. Seperti halnya seorang jurnalis yang tidak takut menyampaikan fakta berita dilapangan walaupun ia harus berhadapan dengan tantangan, janganlah kita takut untuk menyampaikan kebenaran.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu menyatakan apa yang benar sesuai dengan kehendak-Mu Amin.

Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan November 2020

Leave a Reply