ORANG SABAR DISAYANG TUHAN

Selasa, 10 November 2020

Ibrani 6 : 13 – 15

Kadang kita tidak sabar menanti, baik menanti sesuatu peristiwa atau menanti seseorang, sebab tak banyak orang yang bisa melaluinya dan terkadang dibutuhkan pengingat agar bisa terus bersabar. “Sabar itu subur, tidak sabar masuk kubur”, istilah using yang mengingatkan kita untuk bersabar dalam sebuah penantian. “Sebagaimana Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya” (15). Orang yang sabar adalah mereka yang mampu menahan diri menghadapi berbagai situasi yang sulit dan yang hidup dalam pengharapan, sebab mereka meyakini janji penyertaan Tuhan yang tak akan pernah berakhir. Sabar memiliki unsur ketaatan, sebab tanpa ketaatan jangan pernah mengharapkan adanya jalan keluar ditengah persoalan. Di zaman sekarang ini, sulit ditemukan orang yang sabar, sebab banyak orang cenderung ingin menyelesaikan permasalahannya dengan cepat. Jika berhadapan dengan orang yang “begitu buruk kelakuannya”, atau orang yang menyakiti kita dengan ucapan maupun perbuatannya, ingatlah bahwa Tuhan Yesus pun tetap sabar menjalani penderitaan-Nya di Tiang Kayu Salib dengan berbagai tuduhan, fitnahan dan hinaan.
Sebab orang yang sabar akan memperoleh kemenangan, sukacita dan kebahagiaan. Jadi marilah kita belajar menjadi sabar, agar dengan sikap yang sabar, kita dapat melakukan kehendak Tuhan. Marilah kita menata hidup kita ditengah berbagai cobaan dan tantangan, dengan belajar menjadi sabar. Orang yang sabar akan dapat berdoa dengan tekun dan tetap tegar, kuat, sehat, dalam mengerjakan semua pekerjaan yang dipercayakan. Ingatlah bahwa didalam Yesus kita akan memiliki kesabaran dan orang yang sabar pasti disayang Tuhan.

Doa:Tuhan, ajarlah kami menjadi orang yang sabar, agar kami selalu disayang Tuhan, Amin.

Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan November 2020