Sabtu, 06 Juni 2020
Kejadian 21 : 22 – 34
Persahabatan Abraham dan Abimelek terjadi dalam suatu perjalanan kehidupan. Abimelek adalah seorang raja Gerar, tempat dimana Abraham dan keluarganya tinggal sebagai orang asing. Persahabatan mereka diawali dengan konflik, atas berbagai kepentingan, namun mereka dapat menyelesaikan dengan bijaksana. Dalam bacaan kita dikatakan bahwa Abraham dan Abimelek sepakat untuk membuat suatu perjanjian damai, setelah para hamba mereka bertikai memperebutkan sebuah sumur yang
digali oleh Abraham. Abimelek berjiwa besar untuk menawarkan perjanjian damai dan Abraham menyambutnya dengan meminta suatu keadilan, agar sumur itu diakui sebagai miliknya. Perjanjian damai yang mereka lakukan bukan saja untuk merawat relasi persahabatan diantara mereka berdua bersama keluarga, anak – cucu, dan para hamba mereka, tetapi juga berdamai dengan ciptaan Tuhan yang lain, termasuk alam semesta. Hal ini
dibuktikan Abraham dengan kerinduannya untuk merawat sumur yang ia gali dan memberikan tujuh ekor anak domba betina kepada Abimelek, sebagai simbol untuk merawat kelanjutan hidup hewan peliharaan mereka, dan juga ia menanam sebatang pohon Tamariska di Beryeba, sebagai simbol kehadiran Tuhan yang memberkati kehidupan mereka. Memang untuk merawat relasi kehidupan, dibutuhkan kesediaan setiap orang, teristimewa orang percaya, untuk menghadirkan damai dalam kehidupannya baik di
keluarga, gereja dan masyarakat. Panggilan untuk menghadirkan damai harus terlihat dalam pikiran, tutur kata tetapi juga sikap dan laku hidupnya. Panggilan untuk menghadirkan damai juga harus dirasakan oleh semua ciptaan Tuhan seperti, memelihara, menjaga dan merawat air, tanaman, hewan, juga lingkungan alam dimana kita berada. Mintalah Roh Kudus untuk menuntun, dalam melaksanakan panggilan iman sebagai orang – orang percaya untuk merawat relasi damai, relasi kehidupan.
Doa : Tuhan, tuntunlah kami untuk berdamai dengan semua ciptaan-Mu. Amin.