PERSEKUTUAN YANG TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN

Rabu, 22 Juli 2020

Kolose  4 : 1 – 6

Sejak dulu aktivitas perbudakan sudah ada dalam kehidupan manusia. Mereka yang mempunyai uang atau kekuasaan bisa dan dapat memiliki budak. Namanya budak pasti hak-hak hidup sebagai manusia sangat terbatas. Banyak kejadian dimana pada budak diperlakukan dengan tidak manusiawi. Hal inipun menjadi perhatian dari Paulus untuk mengingatkan jemaat di Kolose, khusus bagi tuan-tuan yang mempunyai budak agar mereka diperlakukan secara adil dan jujur, artinya segala hak-hak hidup, mereka dapatkan secara layak. Paulus ingatkan tuan-tuan yang mempunyai budak ini, bahwa mereka juga mempunyai tuan yang ada di sorga. Peringatan ini penting, sebab apa yang mereka lakukan kepada para budak pasti akan dibalas oleh tuan mereka yang ada di sorga. Kalau yang baik dilakukan, pasti kebaikan akan mereka dapatkan dan begitupun sebaliknya. Seperti kegenapan firman Tuhan: “Apa yang ditabur orang, pasti akan dituainya” (Gal. 6:7). Kalau sikap para tuan yang memperlakukan budak mereka dengan baik maka pasti akan menciptakan suasana hidup yang penuh kasih sebagai sesama manusia. Sebab dihadapan Tuhan semua manusia sama dan tidak pernah dibeda-bedakan. Hal inipun penting bagi kita sekeluarga untuk tidak membeda-bedakan antara satu anggota keluarga dengan yang lain. Sebagai orang tua, tidak boleh membeda-bedakan kasih sayang kepada anak-anak. Tidak ada anak papa atau anak mama. Semua sama dalam hal mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Kalau kita semua dapat menciptakan situasi dan kondisi seperti ini maka pasti ada suasana sukacita dan damai sejahtera yang kita nikmati bersama dalam keluarga. Apapun tantangan dan masalah, termasuk ancaman pandemic Covid 19 dapat kita atasi dan selesaikan dengan baik sebab kita semua hidup dalam persekutuan cinta kasih yang selalu diberkati Tuhan Yesus Kristus.

Doa: Tuhan Yesus ajar kami untuk tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain. Amin

Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan Juli 2020