Jumat, 07 Agustus 2020
Daniel 1 : 1 – 21
Penyair terkenal, Kahlil Gibran pernah menuliskan kata-kata bijak yang berbunyi: “Tuhan membukakan pintu kebenaran bagi siapa saja yang mengetuknya dengan keyakinan”. Kata kunci dari kalimat bijak itu adalah: KEYAKINAN. Ya! Keyakinan adalah faktor penting yang mampu mengubah hidup. Keyakinan dapat membuat seseorang tak pernah merasa gagal meski ia harus mengulangi dan mencoba berkali-kali hingga berhasil. Keyakinan melahirkan semangat dan karakter pantang menyerah, meski mungkin harus berbeda jalan dengan orang lain. Meski demikian keyakinan pun dapat menjadi bumerang bila tidak dikelola secara positif. Kisah tentang Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya di tanah Babel, adalah kisah tentang keyakinan yang luar biasa dan dikelola secara positif, yakni keyakinan bahwa Allah yang mereka percaya penuh dengan kuasa. Atas dasar keyakinan itulah maka mereka menerapkan sikap menjaga kekudusan dan menjauhi kenajisan. Modal keyakinan itu pula yang membuat mereka mampu menunjukkan kekuatan Allah di hadapan orang-orang Babel. Allah menjaga dan melindungi mereka karena mereka sanggup menjaga kekudusan hidup di hadapan Allah. Kita yang hidup di zaman ini tentunya masih memiliki keyakinan akan kuasa Allah, meskipun tak dapat disangkal bahwa manusia zaman modern lebih mengandalkan rasio dibandingkan keyakinan. Sering terjadi dalam kehidupan, kita lebih menggunakan perhitungan matematis, teoretis atau untung-rugi dibandingkan keyakinan, padahal keyakinanlah yang dapat melengkapi segala perhitungan itu. Keyakinan bukan soal percaya diri semata, melainkan percaya bahwa ada kuasa yang menopang, melindungi dan menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu yakni kuasa Tuhan. Jadilah orangorang yang penuh dengan keyakinan, maka Tuhan tidak akan membiarkan anda berdiri di luar jangkauan-Nya.
Doa: Ya Yesus, tuntunlah kami agar mampu bertumbuh dalam iman dan keyakinan akan kuasa dan kasih-Mu. Amin
Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan Agustus 2020