BERBEDA ITU ANUGERAH, MENGASIHI ITU INDAH

Senin, 24 Agustus 2020

Roma 2 : 9 – 11

Tahukah kita, ternyata salah satu penyebab terjadinya Perang Dunia II adalah kehadiran sebuah negara besar di dunia, yang menganggap dirinya paling tinggi dan mulia derajatnya. Adolf Hitler, yang menjadi pemimpin pergerakkan ini, menganggap bahwa bangsa Jerman layak menjadi pemimpin bagi bangsa yang lainnya, sehingga negara Jerman mulai menyerang dan menduduki negara-negara di sekitarnya, dan terjadilah Perang Dunia II. Tetapi pemikiran Hitler tidak sama dengan apa yang dilakukan oleh Yesus, sebab Tuhan Yesus tidak pernah pandang bulu. Semua manusia dari segala bangsa atau suku manapun, sama derajatnya di hadapan Tuhan. Firman hari ini menjelaskan bahwa Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Roma ketika terjadi perpecahan diantara 2 kelompok umat Kristen yang ada. Mereka saling mengunggulkan pendapatnya masing-masing dan menyalahkan kelompok yang tidak sependapat dengan mereka. Namun kembali Paulus mengingatkan mereka bahwa Allah adalah Allah yang tidak pandang bulu. Allah akan memberikan penderitaan dan kesesakan kepada setiap orang yang hidup dengan berbuat jahat, tetapi kemuliaan, hormat dan damai sejahtera akan diberikan kepada mereka yang berbuat baik. Allah kita adalah Allah yang adil, Dia tidak akan melihat suku kita, bahasa kita, latar belakang kita dan banyak hal duniawi yang seringkali diagungkan oleh banyak orang. Oleh karena itu setiap keluarga Kristen diajak untuk membangun hidup bersama dalam rumah maupun dengan orang-orang sekitarnya, jangan suka memandang rendah bahkan membenci orang lain, hanya karena mereka berbeda dengan kita. Namun marilah kita saling mengasihi, menghargai dan menghormati diantara kita sebab semua kita sama dihadapan Allah dipakai untuk merawat dan mengembangkan kehidupan dalam bingkai kasih Kristus.

Doa: Tuhan Yesus, ajarilah kami mengasihi tanpa memandang mereka yang berbeda dari kami. Amin.

Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan Agustus 2020