Selasa, 08 September 2020
Matius 23 : 11 – 12
Dalam bacaan hari ini Yesus menegaskan supaya hidup kita tidak seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yaitu mereka yang suka mencari perhatian, gila hormat dan kekuasaan, segala tindakannya bertujuan supaya dapat dilihat orang. Sebaliknya Yesus menghendaki supaya kita bersikap ‘merendahkan diri’, bukan berarti kita menempatkan diri lebih rendah dengan membungkukkan badan terhadap orang lain. Merendahkan diri disini berarti “bersikap rendah hati”, sikap hati yang takluk pada kebenaran Allah, menyadari keberadaan diri sebagai orang berdosa lalu mau melayani dan memperhatikan sesama, dan tidak memegahkan diri. Apa yang diajarkan Yesus agar kita mau selalu merendahkan diri adalah sesuatu yang penting. Karena apabila kita merendahkan diri maka dengan caraNya tersendiri, Ia akan meninggikan kita. Tuhan menghendaki kalau kita melakukan pelayanan, bukan untuk memperkaya diri atau mencari kepujian nama diri, apalagi bersikap angkuh dan sombong seolah-olah kita saja yang penting. Kita melakukan pelayanan sesungguhnya untuk menjadi berkat bagi sesama dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. Semua ini dapat kita lakukan kalau kita mengakui dengan rendah hati kalau kita membutuhkan Tuhan untuk berkarya, sehingga kita menjadi alat-Nya yang berguna. Karena itu, saat ini kita kembali diingatkan akan pentingnya sebuah sikap rendah hati, terutama ketika kita ingin melayani-Nya. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Oleh sebab itu, rendahkanlah dirimu seorang akan yang lain dalam takut akan Tuhan.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu merendah dalam melayani demi kemuliaan-Mu. Amin.
Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan September 2020