KETULUSAN DAN KEJUJURAN ADALAH KERJA ROH KUDUS

Rabu, 03 Juni 2020

Kisah Para Rasul 5 : 1 – 11

Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus terlihat jelas dalam kehidupan jemaat mula-mula, dikatakan bahwa mereka sehati dan sejiwa untuk membangun persekutuan hidup. Segala sesuatu yang mereka miliki akan menjadi milik bersama, sehingga ada beberapa orang yang menjual harta milik mereka seperti, tanah, rumah, ladang dan menyerahkan uangnya kepada rasulrasul untuk dibagi-bagikan kepada semua orang, sehingga tidak ada yang berkekurangan. Bacaan kita menjelaskan bahwa Ananias dan Safira, sepasang suami isteri yang juga ikut-ikutan menjual sebidang tanah milik mereka, namun mereka melakukannya dengan setengah hati supaya dilihat dan dipuji orang, mereka menyembunyikan sebagian dari hasil penjualan itu
dan sisanya mereka bawa kepada rasul-rasul, mereka membohongi rasul-rasul itu dengan mengatakan bahwa itu adalah semua hasil penjualan tanah mereka. Perbuatan yang tidak jujur, tidak tulus dan sepakat untuk melakukan kebohongan, yang dilakukan oleh Ananias dan Safira, adalah perbuatan dosa,
perbuatan yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus, akhirnya mereka harus menanggung sendiri akibat dari perbuatan mereka. Roh Kudus adalah wujud kehadiran Allah, yang menuntun manusia untuk melakukan apa yang baik dan benar sesuai dengan kehendak Allah. Karena melalui pekerjaan Roh Kudus, manusia mampu membedakan mana yang baik dan benar sesuai dengan kehendak Allah dan mana yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Menghadapi berbagai godaan dunia saat ini, sebagai orang percaya kita memerlukan tuntunan Roh Kudus untuk mengendalikan kita dari kecendrungan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan seperti tidak jujur dan suka menipu. Tetapi menuntun kita untuk melakukan berbagai kebaikan seperti ketulusan, kejujuran, keadilan, dan kasih kasih sayang.

Doa: Ya Roh Kudus, tuntunlah kami untuk melakukan hal yang baik dan
benar. Amin.

Sumber : SHK Sinode GPM