Jumat, 06 November 2020
Matius 6 : 22 – 23
Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon”, demikianlah ucapan Yesus yang tegas. Didalam ajaran ini ada tuntutan bagi setiap orang untuk menentukan pilihannya, Allah atau mamon. Mamon, berasal dari kata Aram “mamona”, yang secara umum berarti kekayaan atau keuntungan, dan dalam pemakaiannya mengacu kepada harta atau uang. Memiliki mamon yang banyak bukanlah sesuatu yang salah jika itu didapat dengan cara yang benar dan digunakan secara benar pula. Tetapi memilih mencintai mamon, apalagi menghambakan diri kepada mamon, dan bukan kepada Allah, itu sikap yang keliru. Yesus mengingatkan kecenderungan itu: “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”. Jadi, kepada siapa seseorang menghamba dan menaklukkan diri, itu adalah pilihan yang menentukan. Ada banyak orang yang rela menghamba dan menaklukan diri kepada mamon, sehingga tidak segan-segan mengorbankan harga dirinya, keluarganya, imannya sendiri untuk mendapatkan kebahagiaan dari mamon itu. Kecenderungan itu masih ada dalam kehidupan anak-anak Tuhan hingga sekarang. Jadi, tidaklah heran jika Yesus mengingatkan dengan jelas dan tegas supaya kita membuat pilihan yang tepat, Allah atau mamon?. Peringatan Tuhan ini disampaikan pula kepada kita, bahwa sebagai anak-anak Tuhan, sebagai keluarga kristen, buatlah pilihan yang tepat. Semoga kita memilih mengabdi hanya kepada satu tuan yang sejati, yaitu Allah Pencipta dan Pemilik kehidupan kita yang daripada-Nya hidup kita menerima berkat kehidupan hingga saat ini.
Doa: Ya Tuhan, berilah kami iman untuk tetap memilih taat dan mengabdi hanya padaMu, Amin.
Sumber : Sinode GPM – SHK Bulan November 2020